Laman

SIKLUS AKUNTANSI

Posted by akuntansionline on Sabtu, 18 Februari 2012


Grafik diatas menggambarkan siklus akuntansi. Siklus akuntansi disini maksudnya adalah prosedur normal yang digunakan perusahaan dalam mencatat transaksi keuangan yang terjadi dan dalam menyiapkan laporan keuangan. Dengan kata lain, grafik diatas menjelaskan bagaimana transaksi-transaksi keuangan diproses sehingga menghasilkan laporan keuangan. Setelah semua prosedur diatas selesai dilaksanakan, maka prosedur yang sama akan dimulai lagi pada periode akuntansi berikutnya.
Seperti diuraikan pada post sebelumnya, bahwa prosedur akuntansi itu secara garis besar terdiri dari pencatatan, klasifikasi, ikhtisar, dan pelaporan. Lebih detail nya lagi, prosedur akuntansi tersebut bisa dijabarkan seperti grafik diatas:
  1. Proses pencatatan terdiri dari pencatatan akun pada jurnal umum dan jurnal khusus.
  2. Proses klasifikasi terdiri dari posting ke buku besar dan buku besar pembantu.
  3. Proses ikhtisar terdiri dari pembuatan neraca sald, jurnal penyesuaian, dan neraca saldo setelah penyesuaian.
  4. Proses pelaporan terdiri dari pembuatan laporan keuangan: laporan laba/rugi, neraca, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

Setelah laporan keuangan selesai dibuat, maka langkah berikutnya yang dilakukan adalah pembuatan jurnal penutup. Jurnal ini berfungsi untuk menutup akun nominal (pendapatan dan beban) ke akun ikhtisar laba rugi. Sehingga saldo pendapatan dan beban akan nol atau nihil pada periode berikutnya. Saldo akhir dari Akun Ikhtisar Laba Rugi merupakan laba/rugi bersih pada periode bersangkutan yang nantinya nilai tersebut akan ditransfer ke akun modal. Hal ini sesuai dengan prinsip akuntansi yang menyebutkan bahwa saldo akun nominal pada suatu periode akan berakhir pada periode yang bersangkutan dan tidak akan dibawa ke periode berikutnya. Jurnal penutup ini nantinya juga akan diposting ke buku besar yang sesuai.

Pada dasarnya, laporan keuangan merupakan akhir dari siklus akuntansi. Namun, sebagai tambahan (bersifat pilihan) dapat dilanjutkan dengan membuat neraca saldo setelah penutupan. Proses ini dibuat setelah posting jurnal penutup. Neraca saldo setelah penutupan menunjukkan bahwa saldo debit dan kredit yang telah diposting ke akun ikhtisar laba rugi memiliki jumlah yang seimbang/sama. Neraca ini hanya terdiri dari akun aset, hutang, dan modal (akun ril).

Sebagai tambahan proses yang kedua (juga bersifat pilihan) adalah membuat jurnal pembalik. Jurnal ini dibuat pada awal periode akuntansi dengan cara membalikkan susunan beberapa jurnal penyesuaian pada periode sebelumnya. Penjelasan detail dari jurnal pembalik akan kita bahas pada post-post berikutnya.

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar